Sesi Mentoring · 19 Mei 2026 · Kelas Niaga B

Refleksi A/B Testing Channel Marketing

Review hasil 2 pekan eksperimen Bullseye Framework. Tiga kelompok, tiga produk, tiga set temuan — plus pertanyaan yang harus kalian jawab hari ini.

👜
Kel. 4 — MODU
Modular Bag · Rp 2,2 jt
🎒
Kel. 5 — Slinggo
Sling Bag · ROI 315% terabaikan
💪
Kel. 6 — Gerakin
Fitness App · 0 data eksperimen

MODU — Modular Bag
Data ada, analisis belum. Sheet Hasil masih kosong total.
Rp 2,2 jt
Total Sales
Rp 0
Ad Spend
9 unit
Terjual
🚨
Sheet Hasil & Keputusan kosong total
Data sudah ada di Daily Log tapi tidak dianalisis. Tidak ada keputusan Kill/Scale/Bullseye yang dibuat. Ini yang harus diselesaikan di sesi ini, sebelum apapun.
Social Ads dan Unconventional PR baru mulai 16 Mei — terlambat 2 minggu
Data masih terlalu minim untuk keputusan. Pantau aktif sampai 29 Mei sebelum Kill atau Scale.
Hasil aktual dari daily log
Channel Aksi dilakukan Hasil terukur Keputusan
TikTok Organik
POV content, bazaar content
2 video saat bazaar Research Day Rp 1,54 jt offline · 7 unit ↑ Scale
Instagram
Post bazaar, "How to get to our booth"
2 post dengan konten bazaar Rp 440K offline · 2 unit ↑ Scale
WA Cold Outreach
Kirim ke calon customer
40 pesan keluar 4 DM masuk · Rp 220K · 10% response rate
(target: 37,5%)
⟳ Iterate
Email Marketing
Kirim ke calon pembeli
Kirim 14 Mei 0 open · 0 klik · 0 respons ✕ Kill
Social Ads
Instagram ads, budget Rp 200K
Baru mulai 16 Mei Belum ada data Pending
Unconventional PR
Aksi kreatif kampus
Baru mulai 16 Mei Belum ada data Pending
Pertanyaan untuk diskusi
01
"Sheet Hasil masih kosong padahal data sudah ada. Hari ini harus diisi. Channel mana yang jadi Bullseye kalian berdasarkan angka yang ada?"
02
"Email marketing: kill condition sudah terlewat sejak hari ke-3 — tidak ada yang buka. Kenapa belum di-kill?"
03
"TikTok organik hasilkan Rp 1,54 juta tanpa spend. Kenapa ini belum di-scale agresif? Apa yang menghambat?"
04
"WhatsApp: 4 dari 40 yang balas. Coba bacakan template pesannya — kita review bareng."
Optimasi channel dan roadmap 2 pekan
🔥 Prioritas 1 — Scale
  • TikTok: 1 video per hari, 2 minggu
  • Track views → DM → penjualan per post
  • Replikasi format POV yang terbukti viral
  • Instagram: post harian dengan CTA eksplisit
🔄 Prioritas 2 — Iterate
  • WhatsApp: ganti angle dari hard-sell ke problem-solving
  • Follow up 4 DM yang sudah masuk sekarang
  • Tambah personalisasi di pesan awal
  • Target response rate naik ke 20%
✕ Kill Segera
  • Email marketing — matikan hari ini
  • Kill condition sudah lama terlewat
  • Realokasi waktu ke TikTok content
Slinggo — Sling Bag
Data lengkap. Tapi Bullseye dideklarasikan dari vanity metric, bukan efisiensi.
+315%
ROI Trade Shows
−61%
ROI Social Ads
🚨
Bullseye dipilih berdasarkan reach, bukan efisiensi
Social Ads dideklarasikan sebagai Bullseye (ROI −61%, merugi Rp 238K). Trade Shows yang ROI +315% justru diberi keputusan "Iterate". Ini fundamental error membaca data Bullseye Framework.
🎯
Dua channel top scoring tidak diuji sama sekali
Viral Marketing (skor 14) dan Cold Outreach (skor 13) dipilih sebagai Bullseye di Channel Scoring — tapi tidak satu pun dieksperimenkan. Yang diuji justru channel Middle Ring.
Perbandingan ROI — siapa sebenarnya bullseye-nya
Trade ShowsBazaar Research Day
+315%
Content Marketing33K views, 2 DM
0 konv.
Social Ads ⭐dipilih jadi Bullseye
−61%
Existing PlatformsShopee
Rp 0
💡
Kenapa Trade Shows adalah real Bullseye
CAC Trade Shows: Rp 31.554/customer vs Social Ads: Rp 388.789/customer. Trade Shows 12× lebih efisien per customer baru. Interaksi langsung membuat customer bisa pegang dan coba produk — trust lebih tinggi, conversion lebih mudah.
Evaluasi ulang semua channel
Channel CAC ROI Mereka pilih Seharusnya
Trade Shows
Bazaar Research Day, 2 hari
Rp 31.554 +315% Iterate ❌ 🎯 Bullseye
Social Ads
IG Ads Rp 388K · reach 68K
Rp 388.789 −61% Bullseye ❌ Iterate
Content Marketing
33K views, 2 DM, 0 konversi
Scale Iterate (fix CTA)
Existing Platforms
Shopee · 0 sales
Rp 0 Kill ✓ Kill ✓
Viral Marketing
Skor 14 — belum diuji!
Belum diuji Tidak diuji Uji sekarang
Cold Outreach
Skor 13 — belum diuji!
Belum diuji Tidak diuji Uji sekarang
Pertanyaan untuk diskusi
01
"Trade Shows ROI +315%. Social Ads ROI −61%. Kalian pilih Social Ads jadi Bullseye. Jelaskan logic-nya."
02
"Di Channel Scoring, Viral Marketing dan Cold Outreach kalian beri skor Bullseye. Kenapa tidak diuji? Apa yang jadi blockers-nya?"
03
"Konten Instagram tembus 33K views tapi 0 konversi. Di mana menurut kalian funnel-nya putus — antara views, DM, dan purchase?"
04
"68K reach dari Social Ads — itu vanity metric atau traction metric? Apa bedanya dan kenapa penting untuk keputusan bisnis?"
Optimasi channel dan strategi penjualan 2 pekan
🎯 Bullseye baru — Trade Shows
  • Cari 2–3 bazaar kampus berikutnya
  • Optimalkan booth setup dan display produk
  • Bawa sample untuk try-on langsung
  • Capture data WA/IG setiap customer baru
🔄 Fix content funnel
  • Setiap konten wajib ada CTA eksplisit
  • "DM kata BELI" atau link bio ke Shopee
  • Track: views → DM → purchase per konten
  • Social Ads: ganti objective ke conversion
🆕 Uji channel belum diuji
  • Viral Marketing: minta 5 buyer post foto
  • Beri diskon 10% untuk referral pertama
  • Cold Outreach: DM 30 target per hari
  • Track response rate setiap hari
Gerakin — Fitness App
0 data eksperimen. 5 Bullseye sekaligus. Sheet Hasil kosong. Perlu reset prioritas total.
0
DM / Klik / Form
5
Bullseye Sekaligus
🚨
Eksperimen tidak jalan — daily log tidak punya data terukur
Daily Log hanya berisi konten Instagram dari Maret–April (sebelum periode eksperimen) dan "Coming Up" di 18 Mei. Tidak ada satu pun eksperimen yang dieksekusi dan diukur. Sheet Hasil kosong total.
⚠️
5 Bullseye sekaligus berarti tidak ada Bullseye
Unconventional PR, Eng-as-Marketing, Cold Outreach, Community Building, Content Marketing — semua skor 14. Bullseye Framework hanya bekerja kalau dipaksa memilih 1–2. Kalau semua dipilih, tidak ada yang diprioritaskan.
💡
Produk digital: metrik berbeda, tapi framework sama
Tidak ada "Rp penjualan" seperti Kel 4–5. Metrik Gerakin adalah user acquisition: sign-up, MAU, D7 retention. CAC tetap bisa dihitung — waktu/effort yang dihabiskan per user baru yang aktif.
Timeline: apa yang terjadi vs yang seharusnya
Periode Aktual (dari Daily Log) Seharusnya
Maret — April Konten brand awareness Instagram
Let's Get To Know, Our Motto, Fun Fact UI, Nyepi, Idul Fitri, dll
Channel Scoring selesai, top 3 dipilih
Week 1 Eksperimen Tidak ada eksperimen terukur 3–4 channel mulai bersamaan, daily log diisi setiap hari
Week 2 Eksperimen "Coming Up" di IG dan TikTok (18 Mei) Data terkumpul, kill condition diterapkan, winner mulai terlihat
Sekarang — 19 Mei 0 data aktual · sheet hasil kosong Analisis selesai, Bullseye dideklarasikan, scaling dimulai
Re-prioritasi channel untuk produk digital
Channel Kenapa relevan untuk app Metrik sukses Prioritas
Cold Outreach
Personal, langsung ke target, budget Rp 0 DM → klik link → sign-up 🎯 #1
Community Building
WA Group sudah ada, tinggal diaktifkan dan diukur Anggota aktif, pesan/minggu, % yang sign-up 🎯 #2
Content Marketing
Konten ada tapi tidak ada CTA ke app/website Views → klik link → sign-up rate Fix CTA
Eng-as-Marketing
Website sudah jadi — ini adalah produknya Unique visitor, bounce rate, sign-up CVR Ukur sekarang
Unconventional PR
Bisa viral tapi sulit tanpa base user Profile visit, link klik Belakangan
Pertanyaan untuk diskusi
01
"Daily Log dari Maret sampai Mei tidak ada satu pun eksperimen yang diukur. Apa yang sebenarnya sudah kalian jalankan? Cerita konkretnya."
02
"5 Bullseye sekaligus berarti tidak ada Bullseye. Kalau harus pilih 1 channel hari ini dan fokus 2 pekan ke sana — mana dan kenapa?"
03
"Community WA Group sudah terbentuk (kata retrospective Week 4). Sekarang ada berapa anggota? Berapa yang aktif? Berapa yang sudah sign-up ke app?"
04
"Website sudah jadi. Ada berapa unique visitor? Kalau tidak ada analytics terpasang — bagaimana kalian tahu website-nya berfungsi?"
Rencana aksi konkret 2 pekan ke depan
🎯 Pekan ini — Cold Outreach
  • DM 30 mahasiswa UI per hari
  • Target: fitness / healthy lifestyle aktif
  • Pesan: problem-based, bukan hard-sell
  • Track: DM sent → klik link → sign-up
  • Target: 50 registered user
🔄 Pekan ini — Community
  • Hitung anggota WA Group sekarang
  • Buat weekly challenge atau konten rutin
  • Target: 10 interaksi per minggu minimum
  • Track % anggota yang sign-up app
📊 Pekan depan — Analisis
  • Pasang Google Analytics di website
  • Ukur D7 retention dari 50 user pertama
  • Bandingkan effort per user tiap channel
  • Deklarasi Bullseye dari data nyata
Pola lintas kelompok
01
Data Collection Buruk
Daily Log tidak diisi konsisten di semua kelompok. MODU sparse, Gerakin kosong. Keputusan tanpa data harian bukan eksperimen — itu tebakan.
02
Analysis Gap
MODU punya data tapi Sheet Hasil kosong. Slinggo punya data tapi interpretasinya salah. Collect data saja tidak cukup — harus ada analisis yang berujung pada keputusan konkret.
03
Awareness Bukan Revenue
Slinggo bangga 68K reach tapi lupa ROI −61%. MODU punya TikTok views tapi tidak di-track ke penjualan. Views adalah vanity metric kalau tidak ada konversi yang mengikutinya.
04
Channel Creep
MODU uji 6 channel. Slinggo uji 4 channel — bukan yang top-scored. Gerakin rancang 6 channel, jalankan 0. Fokus adalah sumber daya yang paling langka di early-stage bisnis.
Key Insight

Bullseye bukan channel yang paling banyak views-nya.

Bullseye adalah channel yang paling efisien menghasilkan pelanggan dengan cost terendah. Data memberi tahu siapa pemenangnya — tapi hanya kalau datanya dikumpulkan, dibaca, dan digunakan untuk keputusan.

Slinggo punya bukti konkretnya:

Trade Shows
CAC Rp 31.554 · ROI +315%
Social Ads
CAC Rp 388.789 · ROI −61%

Tapi mereka pilih Social Ads jadi Bullseye karena reach-nya terlihat lebih besar. Itu bukan data-driven decision — itu gut feeling berkedok angka.