🎯 Bullseye Framework

Refleksi A/B Testing
Channel Marketing

Sesi mentoring Kelas Niaga B — Review hasil 2 pekan eksperimen, optimasi channel, dan strategi peningkatan penjualan per kelompok.

👜
Kel. 4 — MODU
Modular Bag
Rp 2,2 juta
Total sales (9 unit)
🎒
Kel. 5 — Slinggo
Sling Bag
Rp 3 juta
Total sales (30 unit prod.)
💪
Kel. 6 — Gerakin
Fitness App
Rp 0
Belum ada revenue / user
Analisis Per Kelompok
Rp 2,2 jt
Total Penjualan
Rp 0
Total Ad Spend
9
Unit Terjual
Sheet Hasil Diisi
🚨
Sheet Hasil & Keputusan Kosong Total
Data sudah ada di Daily Log tapi tidak dianalisis. Tidak ada keputusan Kill/Scale/Bullseye yang dibuat. Ini yang harus diselesaikan hari ini.
Social Ads & Unconventional PR Baru Mulai 16 Mei
Terlambat 2 minggu dari jadwal. Data masih terlalu minim untuk keputusan. Perlu dipantau aktif hingga 29 Mei.
Hasil Aktual Eksperimen (dari Daily Log)
Channel Aksi Hasil Terukur Status
TikTok Organik POV content + Bazaar content Rp 1,54 juta offline (7 unit) Scale ↑
Instagram Post bazaar special price + "How to" Rp 440K offline (2 unit) Scale ↑
WhatsApp Cold Outreach Pesan ke calon customer 4 DM, Rp 220K (response rate 10%) Iterate
Email Marketing Kirim email ke calon pembeli 0 respons, 0 open Kill ✕
Social Ads Instagram ads (Rp 200K) Baru mulai 16 Mei, belum ada data Pending
Unconventional PR Aksi kreatif kampus Baru mulai 16 Mei, belum ada data Pending
Pertanyaan untuk Diskusi
1
"Sheet Hasil masih kosong — data sudah ada. Hari ini harus diisi. Channel mana yang kalian putuskan sebagai Bullseye berdasarkan data yang ada?"
2
"Email marketing: kill condition sudah terlewat sejak hari ke-3. Kenapa belum di-kill? Apa yang membuat kalian ragu?"
3
"TikTok organik hasilkan Rp 1,54 juta tanpa spend — kenapa ini bukan yang paling aktif di-scale sekarang?"
4
"WhatsApp: dari 40 chat keluar, hanya 4 yang balas (10%). Target kalian 37.5%. Template pesannya seperti apa? Coba bacakan."
Strategi Optimasi Channel
🔥 Prioritas 1 — Scale
  • TikTok: 1 video/hari 2 minggu
  • Track views → DM → penjualan
  • Replikasi format POV yang viral
  • Instagram: post harian bazaar-style
🔄 Prioritas 2 — Iterate
  • WhatsApp: revisi pesan opening
  • Ganti angle hard-sell → problem-solving
  • Follow up ke 4 DM yang masuk
  • Target: 20% response rate
❌ Kill
  • Email marketing: matikan
  • Sudah melewati kill condition
  • Fokus resource ke TikTok
Roadmap Penjualan 2 Pekan ke Depan
Pekan Ini — TikTok Content Sprint Target: 5 unit
Pekan Depan — Social Ads + WA Follow-up Target: 10 unit

MODU sudah punya product-market fit terbukti — 9 unit laku dalam 2 hari di bazaar. Masalah bukan produknya. Fokus sekarang: konsistensi konten TikTok + WA outreach yang lebih personal.

Rp 805K
Sales (Log)
315%
ROI Trade Shows
-61%
ROI Social Ads
⚠️
Bullseye Salah
🚨
Bullseye Channel Salah — Dipilih Berdasarkan Vanity Metric
Slinggo deklarasikan Social Ads sebagai Bullseye padahal ROI -61% (merugi). Trade Shows ROI +315% malah diberi keputusan "Iterate". Ini fundamental error dalam membaca data.
🎯
Channel Bullseye Scoring Tidak Diuji
Di Channel Scoring, Viral Marketing (skor 14) dan Cold Outreach (skor 13) terpilih sebagai Bullseye — tapi tidak satu pun dieksperimenkan. Yang diuji justru channel Middle Ring.
Perbandingan ROI — Yang Terjadi vs Yang Dideklarasikan
Trade Shows
+315%
Content Marketing
Rp 0 conv
Social Ads ⭐ dipilih
-61%
Existing Platforms
Rp 0
💡
Kenapa Trade Shows = Real Bullseye
CAC Trade Shows: Rp 31.554/customer vs Social Ads: Rp 388.789/customer. Trade Shows 12x lebih efisien. Interaksi langsung = trust lebih tinggi = conversion lebih mudah.
Evaluasi Ulang Semua Channel
Channel CAC ROI Keputusan Mereka Seharusnya
Trade Shows
Bazaar Research Day
Rp 31.554 +315% Iterate 🎯 Bullseye
Social Ads
IG Ads Rp 388K, reach 68K
Rp 388.789 -61% Bullseye ❌ Iterate
Content Marketing
33K views, 2 DM, 0 konversi
Scale Iterate (fix CTA)
Existing Platforms
Shopee, 0 sales
Rp 0 Kill ✓ Kill ✓
Viral Marketing
Skor 14 — belum diuji!
Belum diuji Tidak diuji Uji sekarang
Cold Outreach
Skor 13 — belum diuji!
Belum diuji Tidak diuji Uji sekarang
Pertanyaan untuk Diskusi
1
"Trade Shows ROI +315%, Social Ads ROI -61%. Kalian pilih Social Ads sebagai Bullseye. Jelaskan logic-nya."
2
"Di Channel Scoring, Viral Marketing dan Cold Outreach kalian beri skor Bullseye (13-14). Kenapa tidak diuji? Apa yang blockers-nya?"
3
"Konten Instagram kalian tembus 33K views tapi 0 konversi. Di mana funnel-nya putus menurut kalian?"
4
"Awareness 68K views dari Social Ads — itu vanity metric atau traction metric? Bedanya apa?"
Strategi Penjualan 2 Pekan ke Depan
🎯 Bullseye Baru — Trade Shows
  • Cari 2-3 bazaar berikutnya
  • Optimalkan booth setup
  • Bawa sample untuk try-on
  • Capture data customer (WA/IG)
🔄 Fix Content Funnel
  • Tambah CTA eksplisit di setiap konten
  • "DM kata BELI" atau link bio
  • Ukur views → DM → purchase
  • Social Ads: ubah ke conversion obj
🆕 Uji Channel Baru
  • Viral Marketing: minta 5 buyer share foto
  • Beri diskon 10% untuk referral
  • Cold Outreach: DM 30 orang/hari
  • Track install/DM dari setiap aksi
Rp 0
Revenue
0
DM / Klik / Form
5
Bullseye sekaligus 😬
Eksperimen Jalan
🚨
Eksperimen Tidak Jalan — Daily Log Kosong Data Aktual
Daily Log hanya berisi konten Instagram dari Maret–April (sebelum periode eksperimen) dan "Coming Up" di 18 Mei. Tidak ada satu pun eksperimen yang dieksekusi dan diukur. Sheet Hasil kosong total.
⚠️
5 Bullseye = Tidak Ada Bullseye
Unconventional PR, Eng-as-Marketing, Cold Outreach, Community Building, dan Content Marketing — semua diberi skor 14 Bullseye. Ini menunjukkan belum ada prioritasi. Bullseye framework hanya efektif kalau dipaksa memilih 1–2.
💡
Gerakin Berbeda: Produk Digital, Metrik Berbeda
Tidak ada "penjualan" seperti Kel 4–5. Metrik Gerakin adalah user acquisition: sign-up, MAU, retention D7. Tapi bahkan ini belum ada datanya.
Apa yang Terjadi vs Apa yang Seharusnya
Periode Aktual (dari Daily Log) Seharusnya
Maret — April Konten brand awareness Instagram
(Let's Get To Know, Our Motto, Fun Fact UI, dll)
Channel Scoring selesai, top 3 dipilih
Week 1 Eksperimen Tidak ada eksperimen terukur Eksperimen 3–4 channel mulai bersamaan, daily log diisi setiap hari
Week 2 Eksperimen "Coming Up" di IG & TikTok (18 Mei) Data terkumpul, kill condition diterapkan, winner terlihat
Sekarang (Mei 19) 0 data, sheet hasil kosong Analisis selesai, Bullseye dideklarasikan, scaling dimulai
Re-Prioritasi Channel untuk Produk Digital
Channel Kenapa Relevant untuk App Metrik Ukuran Prioritas
Cold Outreach Personal, langsung ke user potensial, 0 budget DM masuk → link klik → sign-up 🎯 #1
Community Building WA Group sudah ada, tinggal diaktifkan Anggota aktif, pesan/minggu, % yang sign-up 🎯 #2
Content Marketing Konten ada tapi tanpa CTA ke app Views → link klik → sign-up rate Iterate (fix CTA)
Eng-as-Marketing Website sudah jadi — ini adalah produknya Unique visitor, bounce rate, sign-up CVR Ukur sekarang
Unconventional PR Bisa viral tapi tidak terukur tanpa base user Profile visit, link klik Belakangan
Business Dev Partnership komunitas kampus, IKM olahraga Partner yang setuju, user dari referral partner Uji kalau bisa
Pertanyaan untuk Diskusi
1
"Daily Log dari Maret–Mei tidak ada satu pun eksperimen yang diukur. Apa yang sebenarnya sudah kalian jalankan?"
2
"5 Bullseye sekaligus berarti tidak ada Bullseye. Kalau harus pilih 1 channel hari ini dan 2 pekan ke depan fokus di sana — channel mana dan kenapa?"
3
"Community WA Group sudah terbentuk kata retrospective Week 4. Sekarang ada berapa anggota? Berapa yang aktif? Berapa yang sudah sign-up ke app?"
4
"Website sudah jadi. Ada berapa unique visitor sejak diluncurkan? Kalau tidak ada data analytics, bagaimana kalian tahu website-nya berfungsi?"
Rencana Aksi Konkret 2 Pekan ke Depan
🎯 Pekan Ini — Cold Outreach
  • DM 30 mahasiswa UI/hari
  • Target: fitness/healthy lifestyle
  • Pesan: problem-based, bukan hard-sell
  • Track: DM → klik link → sign-up
  • Target: 50 registered user
🔄 Pekan Ini — Community Activation
  • Ukur anggota WA Group
  • Buat weekly challenge
  • Target: 10 interaksi/minggu
  • Track % anggota yang sign-up app
📊 Pekan Depan — Analisis
  • Pasang analytics di website
  • Ukur D7 retention dari 50 user
  • Bandingkan CAC tiap channel
  • Deklarasi Bullseye berdasarkan data
Pola Lintas Kelompok
📋
Data Collection Buruk
Daily Log tidak diisi konsisten di semua kelompok. MODU sparse, Gerakin kosong. Bisnis butuh data harian — keputusan tanpa data adalah tebakan.
🔍
Analysis Gap
MODU punya data tapi Sheet Hasil kosong. Slinggo punya data tapi salah baca. Collect data saja tidak cukup — harus ada interpretasi yang mengarah ke keputusan.
📡
Awareness ≠ Revenue
Slinggo bangga 68K reach tapi lupa ROI -61%. MODU punya TikTok views tapi tidak di-track ke penjualan. Views adalah vanity metric kalau tidak ada konversi.
🎯
Channel Creep
Terlalu banyak channel diuji tanpa fokus. MODU: 6 channel. Slinggo: 4 channel tapi bukan yang di-score tertinggi. Gerakin: 6 channel, 0 yang dieksekusi.
🎯

Inti Bullseye Framework

Bullseye bukan channel yang paling banyak views-nya. Bullseye adalah channel yang paling efisien menghasilkan pelanggan dengan cost terendah.

Trade Shows Slinggo CAC Rp 31K → jauh lebih baik dari Social Ads CAC Rp 388K. Tapi mereka pilih yang kedua karena terlihat lebih "keren" di angka reach-nya.